<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zero trust security &#8211; PT. NetSolution</title>
	<atom:link href="https://netsolution.co.id/tag/zero-trust-security/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://netsolution.co.id</link>
	<description>Building the Future Through Digital Transformation</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2020 01:55:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://netsolution.co.id/storage/2025/03/cropped-android-chrome-512x512-1-32x32.png</url>
	<title>Zero trust security &#8211; PT. NetSolution</title>
	<link>https://netsolution.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arsitektur Keamanan &#8220;Zero Trust Security&#8221;</title>
		<link>https://netsolution.co.id/arsitektur-keamanan-zero-trust-security/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdulloh Solichin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2020 08:58:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ISMS / SMKI]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Integrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Zero trust security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://netsolution.co.id/?p=2510</guid>

					<description><![CDATA[Model arsitektur keamanan yang menjadi trend teknologi saat ini dan masa mendatang adalah model zero trust security. Suatu model keamanan yang dipandang lebih optimal dibandingkan dengan model konvensional berbasis pendekatan perimeter atau zona aman yang selama ini digunakan sebagai konsep dasar keamanan teknologi informasi. Hingga saat ini banyak perusahaan masih menggunakan konsep keamanan perimeter yang ... <a title="Arsitektur Keamanan &#8220;Zero Trust Security&#8221;" class="read-more" href="https://netsolution.co.id/arsitektur-keamanan-zero-trust-security/">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Model arsitektur keamanan yang menjadi trend teknologi saat ini dan masa mendatang adalah model <a href="https://netsolution.co.id/arsitektur-keamanan-zero-trust-security/"><em>zero trust security</em></a>. Suatu model keamanan yang dipandang lebih optimal dibandingkan dengan model konvensional berbasis pendekatan perimeter atau zona aman yang selama ini digunakan sebagai konsep dasar keamanan teknologi informasi. Hingga saat ini banyak perusahaan masih menggunakan konsep keamanan perimeter yang membedakan mana zona atau network yang dianggap eksternal dan mana yang internal. Dimana zona/network eksternal di anggap zona yang berbahaya dan yang internal adalah zona dalam yang memiliki tingkat <em>trust</em> yang tinggi.</p>
<p>Problem saat ini, justru 34% serangan berasal dari zona atau network internal yang dianggap selama ini sebagai zona yang memiliki tingkat <em>trust</em> keamanan yang tinggi dibandingkan dengan zona eksternal. Bahkan ancaman terbesar dan berbahaya terhadap keamanan informasi bukan berasal dari para <em>hacker</em> yang beroperasi dari <em>zona open internet</em> tapi yang dari staff perusahaan itu sendiri. Boleh jadi mereka tidak berniat untuk menyerang sistem milik perusahaan tapi ketidakpahamannya terhadap keamanan informasi membuat mereka rentan terhadap <em>phising</em>, <em>email scam</em>, dan <em>social engineering</em> sehingga membuka pintu pihak luar masuk ke dalam sistem.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-2516" src="https://netsolution.co.id/storage/2020/05/zero-trust.png" alt="Zero trust concepts" width="768" height="179" srcset="https://netsolution.co.id/storage/2020/05/zero-trust.png 768w, https://netsolution.co.id/storage/2020/05/zero-trust-300x70.png 300w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<h2>A. Zero Trust Mindset</h2>
<p>Pada dasarnya inti dari <a href="https://netsolution.co.id/arsitektur-keamanan-zero-trust-security/"><em>Zero Trust Security</em></a> yang terpenting adalah perubahan <em>mindset</em> terhadap keamanan informasi. <em>Mindset</em> utamanya adalah bahwa sistem yang kita operasikan berada di dalam suatu lingkungan yang secara konstan selalu rawan dan dipenuhi ancaman keamanan informasi.</p>
<p>Suatu lingkungan yang menuntut kita untuk tanpa henti selalu melakukan asesmen dan validasi demi mengetahui sejauh mana strategi keamanan telah diterapkan terhadap sistem telah berjalan dengan efektif. <em>Mindset</em> inilah yang penting untuk dimiliki terlebih dulu sebelum melakukan perubahan secara teknologi terhadap strategi keamanan informasi. Berikut ini adalah prilaku kunci yang harus kita miliki terkait dengan <em>mindset</em> tersebut:</p>
<ul>
<li><strong>Jangan merasa puas</strong>. Ini adalah pergeseran utama pemikiran <em>Zero Trust Security</em>. Dalam model keamanan lama, dimana sistem jaringan bersifat <em>flat</em> dan menggunakan VPN, kemudian semua <em>request</em> dari network yang telah teridentifikasi (<em>known</em>) tsb dianggap aman. Bahkan berasumsi model keamanan yang melindungi kita saat ini, akan melindungi kita pula esok harinya. Pola pikir <em>Zero Trust Security</em> menuntut kita menanggalkan asumsi Sebaliknya kita dituntut untuk melakukan validasi terus-menerus aspek keamanan informasi dari sistem.</li>
<li><strong>Asumsikan bahwa semua <em>resources</em> berada di area publik</strong>. Tidak ada area atau zona internal atau eksternal, semua dianggap berada di area <em>open internet</em>. Dengan demikian kewaspadaan kita akan bertambah dan kita akan selalu mencari cara untuk meningkatkan keamanannya.</li>
<li><strong>Jangan percaya <em>layer</em> keamanan tunggal</strong>. Gunakan kontrol yang memanfaatkan aspek <em>multiple element</em> (<em>multi-factor authentication</em>, <em>device</em>, <em>location</em>, <em>strong auth</em>, dsb) ketimbang hanya mengandalkan satu lapis keamanan saja.</li>
<li><strong>Peretasan <em>containment</em></strong>. Dalam <a href="https://netsolution.co.id/arsitektur-keamanan-zero-trust-security/"><em>Zero Trust Security</em></a> kita selalu berasumsi bahwa sistem <em>containment</em> mengalami peretasan. Namun karena kita memiliki beberapa lapis strategi <em>containment</em> seperti <em>identity management</em>, <em>role-based access</em>, <em>separation of duties</em> and <em>network segementation</em> maka <em>containment</em> lapisan lain diharapkan bisa menahan peretasan yang terjadi di lapis pertama ataupun kedua.</li>
<li><strong><em>Standarts are security</em></strong>. Hindari tindakan keamanan karena berbasis kecurigaan semata ataupun sikap reaktif karena munculnya insiden. Bangun dan gunakan suatu perangkat standart keamanan yang holistik dan sistemik. Lakukan penjadwalan terhadap <em>review log</em>, audit dan evaluasi, tinjauan evaluasi, dan sebagainya.</li>
<li><strong>Merasa selalu tidak cukup SDM</strong>. Upayakan untuk selalu melakukan proses otomatisasi. Asumsikan bahwa kita tak punya cukup SDM serta waktu untuk mengelola volume serangan yang terjadi. Gunakan <em>cloud intelligence</em>, AI, <em>machine learning</em> dan sebagainya untuk proses otomatisasi.</li>
</ul>
<p>Keseluruhan pola pikir tersebut kita dapat peras menjadi tiga prinsip utama model <em>Zero Trust Security</em>, yaitu :</p>
<ul>
<li>Berpindah dari prasangka dan asumsi menuju verifikasi eksplisit.</li>
<li>Mengadopsi model <em>policy based</em> dan <em>least privileged access</em>.</li>
<li>Desain keamanan dengan asumsi bahwa semua elemen keamanan yang ada bisa diretas.</li>
</ul>
<h2>B. Elemen Kritikal</h2>
<p>Berikut ini adalah elemen kritikal dalam penerapan <em>Zero Trust Security</em> yang perlu dikelola dengan seksama dan hati-hati. Agar <em>Zero Trust Security</em> bisa di implemantasikan secara sukses kepada sistem keamanan perusahaan:</p>
<ul>
<li><strong><em>Verify identity</em></strong>. Mengenali siapa yang membutuhkan akses adalah esensial. Identitasnya harus jelas dan terang. Pastikan <em>user data</em>-nya sudah dimasukkan ke dalam <em>common identity system</em> menggunakan <em>strong auth</em> dan <em>threat intelligence</em> untuk memvalidasi proses otentikasi.</li>
<li><strong><em>Verify Devices</em></strong>. Semua <em>request</em> untuk akses data ke <em>browser</em> atau <em>apps</em> yang ada mesti dipastikan berasal dari <em>device</em> yang sudah terverifikasi.</li>
<li><strong><em>Protect Data</em></strong>. Lakukan segala hal yang mungkin, untuk melindungi data dari transfer yang tidak terotorisasi dengan menggunakan <em>auto-clasification</em> dan enkripsi.</li>
<li><strong><em>Harden Application</em></strong>. Pastikan akses dan konfigurasi aplikasi aman sesuai dengan <em>policy</em> yang telah ditentukan. Perilaku aplikasi harus dipahami dan dimonitor untuk melindunginya dari anomali.</li>
<li><strong><em>Protect Infrastructure</em></strong>. Pastikan melakukan <em>setting</em> dan konfigurasi infrastruktur sesuai <em>best practice</em> khususnya untuk aspek keamanan.</li>
<li><strong><em>Govern Network</em></strong>. Melakukan mitigasi terhadap pergerakan lateral dengan sistem <em>intelligence</em>, strategi segmentasi yang adaptif, monitoring, dan proteksi terhadap pola <em>traffic</em></li>
</ul>
<p>Kemudian, alat kunci untuk menggabungkan semua hal tersebut di atas adalah berikut di bawah ini:</p>
<ul>
<li><strong><em>Policy Driven Access</em></strong>. Pastikan akses berbasiskan <em>role</em>, <em>location</em>, <em>behaviour pattern</em>, <em>client application</em>, dan <em>device security</em>. Pastikan <em>policy</em> tsb berjalan secara otomatis sepanjang waktu akses dan terus menerus selama session berlangsung.</li>
<li><strong><em>Automated Threat Detection and Response</em></strong>. Telemetri dari sistem harus di proses secara otomatis. Serangan dilakukan sepanjang waktu, manusia tak cukup punya waktu dan kecepatan dalam menanggulangi serangan. Oleh sebab itu wajib mengintegrasikan dengan sistem <em>intelligence</em> dalam <em>policy based response</em> untuk perlindugnan <em>real time</em>.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
