<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pusat Data &#8211; PT. NetSolution</title>
	<atom:link href="https://netsolution.co.id/tag/pusat-data/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://netsolution.co.id</link>
	<description>Building the Future Through Digital Transformation</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2025 02:00:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://netsolution.co.id/storage/2025/03/cropped-android-chrome-512x512-1-32x32.png</url>
	<title>Pusat Data &#8211; PT. NetSolution</title>
	<link>https://netsolution.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengertian Tier pada Data Center</title>
		<link>https://netsolution.co.id/pengertian-tier-pada-data-center/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdulloh Solichin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2020 06:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Datacenter]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Integrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Data Center]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Data]]></category>
		<category><![CDATA[Tier Data Center]]></category>
		<category><![CDATA[Tier pada Data Center]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://netsolution.co.id/?p=1950</guid>

					<description><![CDATA[Dimulai sejak sekitar tahun 90-an,  telah berkembang dari sebuah terminologi industri bersama ke dalam sebuah standar global untuk kepentingan validasi bagi pihak ketiga dalam hal kelayakan infrastruktur data center (DC). Uptime Institute telah membuat suatu sistem kategorisasi untuk DC maka dari sinilah awal dimulainya pengertian tier. Pengertian Tier pada data center ini sangat penting karena saat ... <a title="Pengertian Tier pada Data Center" class="read-more" href="https://netsolution.co.id/pengertian-tier-pada-data-center/">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dimulai sejak sekitar tahun 90-an,  telah berkembang dari sebuah terminologi industri bersama ke dalam sebuah standar global untuk kepentingan validasi bagi pihak ketiga dalam hal kelayakan infrastruktur data center (DC). <a href="https://uptimeinstitute.com">Uptime Institute</a> telah membuat suatu sistem kategorisasi untuk DC maka dari sinilah awal dimulainya pengertian tier. Pengertian <strong>Tier pada data center</strong> ini sangat penting karena saat ini banyak perusahaan yang telah menyediakan sistem <em>backup</em> untuk <em>dissaster recovery</em>-nya bekerjasama dengan penyedia layanan DC. Dengan sertifikasi tier pada DC kita bisa mengetahui <em>service level</em> yang mereka berikan.</p>
<h2>Pengertian Tier pada Data Center</h2>
<p>Sistem klasifikasi tier pada DC secara konsisten diterapkan sebagai evaluasi terhadap berbagai infrastruktur data center terkait dengan kinerja operasional DC tersebut secara menyeluruh. <a href="https://netsolution.co.id/pengertian-tier-pada-data-center/"><strong>Pengertian tier pada data center</strong></a> utamanya pada  penilaian aksesibilitas atau <em>uptime</em> sehingga sertifikasi tier mencerminkan bahwa DC tersebut dapat terus di akses tanpa gangguan atau tanpa putus sesuai dengan klasifikasi tier-nya. Berikut adalah perbandingan klasifikasi tier pada data center:</p>
<h3>Klasifikasi Tier 1</h3>
<p>Perangkat TI dilayani oleh satu jalur distribusi <em>non-redundat</em>, atau satu <em>uplink</em> per satu server. Ini biasanya banyak di temui pada perusahaan besar yang memiliki DC sendiri, dengan fokus kemampuan untuk dapat melayani aktivitas operasional selama jam kerja dan di <em>back up</em> dengan UPS. Tingkat up time 99.671% atau dalam setahun batas toleransi gangguan maksimal 28 jam. Kalau dihadapkan pada gangguan maka dikategorikasn sebagai rentan. Selain itu di Tier 1 ini ketersediaan genset, raised floor, UPS, sifatnya opsional. Untuk tindakan <em>preventif maintenance</em> dilakukan dengan cara di <em>shutdown</em> keseluruhannya.</p>
<h3>Klasifikasi Tier 2</h3>
<p>Pada dasarnya mirip dengan Tier 1, namun telah di tambah dengan komponen <em>redundant</em> (serba memiliki sumber daya cadangan). Selain wajib memiliki UPS, DC Tier 2 harus dilengkapi <em>generator backup</em> sebagai persiapan saat ada pemadaman bergilir dari PLN. Keharusan lainnya adalah mesti dilengkapi dengan <em>raised floor</em>. Dengan tingkat uptime 99.741%, atau hanya memiliki toleransi <em>downtime</em> maksimal selama 22 jam dalam setahun. Terhadap gangguan yang terjadi maka tier 2 dikategorikan sebagai agak rentan. Tindakan <em>preventif maintenance</em> dilakukan <em>shutdown</em> pada <em>power path</em> dan bagian tertentu dari infrastruktur yang memerlukan shutdown saja.</p>
<h3>Klasifikasi Tier 3</h3>
<p>Sama halnya dengan klasifikasi DC pada Tier 2, seluruh pengertian tier DC di level 2 dengan ditambah lagi  persyaratan seluruh peralatan fasilitas DC pada tier 3 yakni harus memiliki lebih dari 1 sumber daya listrik dan jaringan (<em>multi network link</em>) sehingga syarat <em>“no shutdown”</em> dapat terpenuhi pada data center tier 3. Tingkat <em>uptime</em> 99.982% atau toleransi gangguan dalam setahun maksimal hanya 1.5 jam saja. Dari sisi ketahanan dalam menghadapi gangguan Tier 3 dikategorikan sebagai tidak rentan terhadap gangguan terencana. Biasanya DC tier 3 ini hampir tidak berbeda dengan performa DC tier 4. Tindakan preventif maintenance dilakukan dengan mengalihkan beban kepada sistem backup saat sistem utama di maintenance.</p>
<h3>Klasifikasi Tier 4</h3>
<p>Pada dasarnya sama saja dengan DC tier 3, namun DC tier 4 ini hanya memiliki toleransi <em>down time</em> 30 menit dalam setahun. Inilah yang dimaksud pengertian tier pada data center secara singkat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada website <em>Uptime Institute</em> untuk sertifikasi tier pada DC. Terhadap gangguan maka Tier 4 dikategorikan Tidak Rentan baik gangguan terencana maupun gangguan tidak terencana.</p>
<h3>Tier pada Data Center serta Dampaknya pada Investasi dan Biaya Operasional</h3>
<p>Biaya Investasi dan termasuk biaya operasional pada data center secara umum sesuai dengan tingkatan tier-nya sehingga semakin tinggi tiernya maka semakin besar biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, Tier 4 belum tentu merupakan solusi terbaik bagi organisasi yang hanya membutuhkan data center di tingkat Tier 2. Karena dapat berakibat pada pemborosan modal dan lebih beresiko.</p>
<p>Kondisi ideal bagi perusahaan yang hanya beroperasi pada jam kantor adalah menggunakan data center Tier 1 sampai Tier 2 di gedungnya.  Kemudian disertai dengan menempatkan perangkat IT cadangannya di sebuah penyedia fasilitas DC Tier 3. Dengan demikian beban pengeluaran modal dapat lebih optimal dalam hal pencapaian kontinuitas aktivitas operasional dalam jangka panjang.</p>
<h3>Informasi Lebih Lanjut :</h3>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai layanan konsultasi dan sistem integrasi khususnya <a title="Solusi Data Center" href="https://netsolution.co.id/solusi-data-center/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">data center</a> silahkan kontak kami melalui <a href="https://netsolution.co.id/kontak-kami/"><strong>FORM ONLINE</strong></a> ini. Kami hanya menindaklanjuti permintaan setelah Anda mengisi form online yang telah disediakan.</p>
<p>==</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Prinsip Dasar Desain Data Center</title>
		<link>https://netsolution.co.id/tiga-prinsip-dasar-desain-data-center/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abdulloh Solichin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2020 06:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur TI]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Data]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Prinsip Desain Data Center]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://netsolution.co.id/?p=1936</guid>

					<description><![CDATA[Data center (DC) adalah sumberdaya kritikal di dalam organisasi. Sebagai kita bersama ketahui, data center menyediakan storage (penyimpanan), manajemen dan diseminasi data, aplikasi dan komunikasi untuk bisnis. Saat karyawan dan customer tak adapat mengakses server, sistem storage, dan perangkat jaringan yang berada di dalam data center, maka seluruh organisasi mengalami proses shut down. Milyaran rupiah bisa ... <a title="Tiga Prinsip Dasar Desain Data Center" class="read-more" href="https://netsolution.co.id/tiga-prinsip-dasar-desain-data-center/">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Data center (DC) adalah sumberdaya kritikal di dalam organisasi. Sebagai kita bersama ketahui, data center menyediakan storage (penyimpanan), manajemen dan diseminasi data, aplikasi dan komunikasi untuk bisnis. Saat karyawan dan customer tak adapat mengakses server, sistem storage, dan perangkat jaringan yang berada di dalam data center, maka seluruh organisasi mengalami proses shut down. Milyaran rupiah bisa hilang dalam beberapa menit khususnya dalam bisnis seperti perbankan, airlines, shipping, dsb.</p>
<p>Berhadapan dengan masalah ini maka eksekutif TI saat ini harus mampu mengoptimalisasikan data center, khususnya infrastruktur jaringan. Karena hampir 70% permasalahan <em>downtime</em> pada jaringan berasal pada layer physical spesifiknya terletak pada persoalan cabling. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan suatu desain yang optimal yang berkaitan dengan desain infrastruktur kabel data. Dengan tiga prinsip ini di jadikan dasar desain infrastruktur data center maka kita mendapatkan keuntungan dan penghematan yang optimal sepanjang beroperasinya data center. Jika kita memahami 3 prinsip ini dalam desain data center, maka kita bisa mendapatkan:</p>
<ul>
<li>Menekan biaya total untuk akuisisi data center.</li>
<li>Mendukung total biaya untuk pengembangan di masa yang akan datang.</li>
<li>Mengurangi risiko down time.</li>
<li>Memaksimalisasikan kinerja data center.</li>
<li>Meningkatkan kemampuan data center dalam hal konfigurasi ulang.</li>
</ul>
<h2><strong>Tiga Prinsip Dasar Desain Data Center</strong></h2>
<h3><strong>Prinsip Desain Data Center Pertama: Optimalisasi Space</strong></h3>
<p>Desain ruangan (baik luasan maupun volume) yang optimal pada data center adalah prinsip dasar pertama untuk mendapatkan infrastruktur data center yang berkinerja maksimal. Dengan biaya pembangunan data center per-meter persegi sebesar USD 12.000 untuk jenis tier III dan IV (Sumber: Uptime Institute) maka perlu dipertimbangan desain pembagian <em>space</em> yang mempertimbangkan faktor skalabilitas di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, mendefinisikan kebutuhan saat ini dan kebutuhan di masa yang akan datang untuk menentukan faktor skalabilitas adalah titik kritis dalam optimalisasi raungan data center.</p>
<p>Saat ini telah menjadi <em>concern</em> para Manajer TI yang telah menyadari pemanfaatan secara maksimal sumberdaya ruangan sebagai aspek kritikal dalam desain data center. Di pihak lain, bila <em>space</em> tidak di optimalisasi dalam proses desain, akan berakibat pada proses lainnya seperti penempatan rak, <em>cable tray</em>, ac presisi, dsb. Jika di masa yang akan datang ada kebutuhan tambahan <em>space</em> yang ternyata tidak diakomodasi dalam proses desain maka biaya yang ditimbulkan karena penambahan atau perluasan data center jauh lebih besar di masa yang akan datang ketimbang bila dilakukan di masa kini.</p>
<p>Dengan semakin berkembangnya pertumbuhan data maka lebih banyak dibutuhkan <em>space</em> <em>storage</em> ketimbang infrastruktur lainnya. Desain<em> high density</em> untuk cabling yang meminimalisasi <em>cable tray</em>, <em>ducting, </em>dsb akan memberikan ruang yang fleksibel untuk konfigurasi ulang agar mendukung pertumbuhan data center.</p>
<h3><strong>Prinsip Desain Data Center Kedua: Reliabilitas</strong></h3>
<p>Layanan data center tanpa <em>downtime</em> atau interupsi adalah adalah faktor kritis pada operasi harian dan produktivitas bisnis. Sementara <em>downtime</em> akan berdampak pada kerugian yang menurut hasil survey di USA bisa merugikan antara USD57K hingga USD6,7juta per-jam. Oleh sebab itu, data center di desain dengan konsep <em>redundant</em>, memiliki sistem <em>fail-safe</em> yang reliabel, dan level avaibilitas yang tinggi. Reliabilitas data center ini sangat ditentukan oleh kinerja dari infrastruktur jaringan khususnya infrastruktur cabling.</p>
<p>Konektivitas pada <em>cabling</em> mesti menjamin transfer data dari satu perangkat ke perangkat yang lain dengan tingkat transfer data berkecepatan tinggi. Oleh sebab itu, <em>cabling</em> dan aksesoris yang dibackup oleh merk yang memiliki reputasi yang bagus dan berkualitas menjadi hal yang penting untuk menjamin konektivitas data center. <em>Cabling</em> yang digunakan tidak hanya mampu menghandle transfer data berkecepatan tinggi yang ada saat ini tapi juga transfer data berkecepatan tinggi di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, infrastruktur <em>cabling</em> yang ada saat ini harus di desain untuk mengantisipasi kecepatan bandwidth throughput hingga 10 sfd 15 tahun yang akan datang.</p>
<h3><strong>Prinsip Desain Data Center Ketiga : Managebility</strong></h3>
<p>Perkembangan teknologi yang cepat seringkali menuntut fleksibilitas kita dalam mengadopsinya. Dengan cabling yang sifatnya manageable akan membantu kita dalam merekonfigurasi ulang infrastruktur cabling bila ada keperluan untuk dissaster recovery, upgrade ataupun modifikasi. Managebility dimulai dari solusi strategis, unified cable management yang memastikan cabling dan koneksinya secara proper teroraganisasi, mudah di cari dan diakses, dan simple untuk di konfigurasi ulang.</p>
<h3><strong>Layanan Infrastruktur Teknologi Informasi</strong></h3>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai layanan konsultasi dan sistem integrasi khususnya di bidang infrastruktur cabling pada data center silahkan kontak kami melalui <a href="https://netsolution.co.id/kontak-kami/"><strong>FORM ONLINE</strong></a> ini. Kami hanya menindaklanjuti permintaan Anda setelah form tsb diisi, terimakasih.</p>
<p>===</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
