Perbedaan IT Governance dan IT Management

cobit governance management

Perbedaan antara IT Governance dengan IT Management menurut COBIT 5

Salah satu topik dalam teknologi informasi yang cukup luas dan kompleks adalah topik tentang manajemen TI dan tatakelola TI. Begitu banyak proses yang berkelindan dalam keseluruhan manajemen TI maka mengurutkan serta menyortirnya dalam kategori tata kelola TI atau manajemen TI menjadi sangat menantang -untuk tidak dikatakan sebagai suatu hal yang sulit.

Beruntunglah karena adanya framework COBIT yang secara detil bisa membedakan antara mana yang masuk dalam ranah  Governance dan mana yang masuk dalam Management. Pada di atas nampak jelas bahwa ranah Governance ada pada level Top Management atau Eksekutif organisasi yang secara umum bertugas untuk : Direct (memberikan arahan), Evaluate (mengevaluasi hasil kerja level manajemen pelaksana dengan kebutuhan bisnis), dan Monitoring (melakukan monitoring terhadap hasil kerja di level pelaksanaan). Jadi IT Governance fokus pada domain EDM (Evaluate, Direct, Monitor). Di pihak lain manajemen fokus pada domain dibawahnya yang lebih bersifat operasional.

Sedangkan pada ranah manajemen, fokusnya pada aspek operasional manajerial yang secara khas ditunjukkan dalam suatu siklus manajemen, dalam hal ini COBIT mengistilahkannya sebagai :

  • Plan (Align – Plan – Organize)
  • Build (Build – Acquire – Implement)
  • Run (Deliver – Service – Support)
  • Monitor (Monitor – Evaluate – Asses)

Framework COBIT adalah kerangka kerja yang memadukan antara IT Governance dengan IT Management dalam suatu kerangka kerja yang holistik dan integratif.

Seputar Tata Kelola TI

Kegiatan tata kelola TI dimulai dari level eksekutif meliputi aktivitas-aktivitas manajemen TI pada level tinggi. Dimana keterlibatan tingkat eksekutif secara langsung dalam membangun pondasi bagi strategi TI perusahaan. Seringkali kebijakan penting tentang TI dibuat tanpa partisipasi tingkat eksekutif langsung. Akibatnya eksekutif berkelit dari tanggung jawab dan mereka membiarkan begitu saja keputusan penting TI terjadi. Parahnya prinsip dan kebijakan TI yang berkembang dalam perusahaan acapkali tanpa bimbingan dan partisipasi langsung dari mereka. Oleh karenanya, eksekutif sedikitnya harus siap untuk:

  1. Mendefinisikan tugas dan tanggungjawab manajemen TI pada tingkat perusahaan.
  2. Mengartikulasi prinsip TI yang membentuk parameter tata kelola umum bagaimana teknologi informasi digunakan di perusahaan.
  3. Memprioritaskan dan membentuk kontrol yang cukup untuk menjamin bahwa investasi TI konsisten dengan prinsip-prinsip TI yang dibentuk.

Kita tidak berharap inisiatif strategis berasal di tingkat eksekutif saja. Dalam sebuah perusahaan yang sehat inisiatif strategis bisa saja muncul dari bagian manapun pada perusahaan. Namun, tanggung jawab untuk mengevaluasi inisatif tersebut harus berada di tingkat eksekutif.

Selain itu, tata kelola TI tidak harus dilihat sebagai suatu inovasi yang menghambat. Jika arsitektur perusahaan dan standar TI terkait, kebijakan risiko dan strategi investasi menghambat pengembangan solusi kreatif untuk solusi dan inovasi bisnis maka ini merupakan pertanda serius bahwa strategi dan visi TI perusahaan itu perlu ditinjau ulang. Jadi, bahkan dalam konteks model top-down ala tata kelola TI dan manajemen, kebutuhan untuk perubahan mungkin saja berasal dari bawah.

Dari pembahasan sebelumnya, seseorang bisa menyimpulkan topik tata kelola TI hanya untuk perusahaan komersial atau publik yang besar dan tidak untuk organisasi bisnis kecil atau yang bersifatkan nirlaba. Pandangan ini tidak benar. Karena usaha kecil dan organisasi di era digital saat ini  banyak juga mengandalkan teknologi informasi. Bahkan karena keterbatasan sumberdaya maka organisasi kecil sudah seharusnya memiliki tata kelola TI agar sumberdaya tsb dimanfaatkan secara optimal dengan segala keterbatasannya.

Manajemen TI

Dari penjelasan sebelumnya maka manajemen TI fokus pada aspek pelaksanaan operasional TI yang berupa suatu siklus manajemen Plan, Build, Run, dan Monitor. Agar mereka berjalan sesuai dengan sasaran dan strategi perusahaan maka haruslan disusun Tata Kelola-nya (IT Governance) yang menjadi dasar prinsip dan kebijakan bagi proses-proses TI yang dijalankan. Di sini proses-proses TI di definisikan dan diberikan keterangan disertai dengan aktivitas-aktivitas yang mesti dikerjakan, serta metrik yang diperlukan untuk pengukuran KPI (Key Performance Indicator) dan KRI (Key Result Indicator).

Konsultasi Tata Kelola TI & Manajemen TI

Informasi lebih jauh terkait dengan layanan konsultasi dan audit tata kelola IT dan manajemen TI silahkan menghubungi kami :

  • Alamat Email : sales@netsolution.co.id
  • Telp. Kantor  : 021-47884169
  • Contact Person : Abdulloh (Telp/WA : 08129632130)