Konsultasi & Audit Manajemen Layanan Teknologi Informasi

Manajemen Layanan teknologi informasi

Manajemen Layanan Teknologi Informasi atau IT Service Management (ITSM) adalah sebuah seni dalam mengupayakan implementasi, pengelolaan, dan pemberian layanan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan suatu organisasi. Merupakan seni yang mengusahakan kepastian bahwa kombinasi yang tepat telah diupayakan secara optimal antara sumberdaya manusia, proses, dan teknologi informasi sehingga keseluruhannya berada di tempat yang tepat agar kemudian dapat memberikan nilai (value) kepada organisasi. Dengan kata lain :

“Manajemen Layanan Teknologi Informasi atau IT Service Management adalah suatu seni agar dapat membuat bisnis berjalan dengan memanfaatkan teknologi informasi.”

Jika Anda ingin tahu apa yang dimaksud dengan Manajemen Layanan TI (ITSM) maka Anda memiliki tiga pilihan. Pertama, Anda dapat googling informasinya di internet, biasanya hasilnya justru malah membingungkan, karena banyak organisasi atau perusahaan bicara tentang ITSM dengan penjelasan yang ternyata kontradiktif satu dengan lainnya. Kedua, Anda bisa saja meminta bantuan orang IT, yang mungkin terjadi malah Anda terjebak dalam belantara penjelasan bolak-balik di sekitaran proses, pengelolaan insiden, dan soalan deliverables layanan teknologi informasi. Langkah ketiga, Anda dapat terus membaca panduan ini, dan langkah ini adalah langkah yang paling bijak :-)

Namun bila Anda memerlukan layanan konsultasi secara langsung untuk penerapan atau audit manajemen layanan teknologi informasi maka cara tercepat adalah melakukan kontak kepada kami, ke alamat email : sales@netsolution.co.id atau berkomunikasi langsung dengan contact person kami : Abdulloh (Telp/WA/Telegram : 08129632130).

Break Down Manajemen Layanan TI

Jika memang Manajemen Layanan TI (ITSM) dapat membuat bisnis berjalan maka akan timbul beberapa pertanyaan seperti : Bagaimana bisnis tersebut berjalan? Buat siapa? Apa tujuannya? Menggunakan alat apa? dst. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tsb, maka ITSM kita break down dalam 5 area perhatian, sebagai berikut :

  1. End User : Staff atau pelanggan yang menggunakan layanan TI.
  2. Layanan : Aplikasi, hardware, infrastruktur yang disediakan oleh TI.
  3. Kualitas : Penyelesaian masalah TI dengan cara efektif dan efisien.
  4. Biaya : Memastikan bahwa budget atau investasi dikeluarkan secara optimal dan sepadan.
  5. Bisnis : Memastikan bahwa core business di support dengan baik dan mendukung strategi perusahaan  dalam meraih tujuan bisnis.

Benefit Menggunakan ITSM

Bayangkan kelompok Professional TI yang bertanggungjawab terhadap layanan TI perusahaan, bertemu dengan kelompok lainnya yang terdiri dari para end user (staff kantor lainnya, customer, ataupun partner) yang membutuhkan layanan TI dari perusahaan. Apa yang terjadi? Bisa jadi hanya keheningan yang muncul di antara mereka. Satu-dua orang mungkin mencoba melakukan ice breaking dengan berbasa-basi bertanya kabar mengenai cuaca, misalnya. Tapi tetap saja hambar dan tak satupun yang mampu berkomunikasi membicarakan duduk permasalahan yang sebenarnya, apalagi memecahkannya. Nah, datanglah ITSM mengusir kekakuan komunikasi tersebut dan memecahkan permasalahan layanan TI yang selama ini menjerat keduabelah pihak.

Benefit untuk teknologi informasi :

  • Pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan bisnis dan mengapa dibutuhkan.
  • Proses yang bisa diulang dan memiliki skalabilitas.
  • Peran dan tanggungjawab yang lebih terdefinisi.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • User yang puas dengan ekspektasi yang realistik.
  • Mempersempit gap antara insiden yang terdeteksi dengan penyelesaiannya.
  • Mencegah munculnya issu atau kejadian negatif sebelum terjadi.
  • Kemampuan mengindenfikasi dan menyelesaikan masalah.
  • Adanya sistem analitic untuk mengukur dan meningkatkan kinerja.

Keuntungan buat bisnis :

  • Teknologi informasi dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan inovasi yang terjadi di pasar.
  • Ketersediaan layanan dan kinerja teknologi informasi, berarti meningkatkan produktivitas karyawan.
  • Issu-issu terkait teknologi informasi menjadi lebih berkurang, lebih kecil dampaknya, dan lebih kecil kerugiannya dari sisi finansial.
  • Staff mengerti layanan TI apa yang tersedia dan bagaimana cara menggunakannya.
  • Penyediaan layanan TI yang lebih baik dengan biaya lebih kompetitif.
  • Bisnis mematuhi regulasi dan peraturan eksternal (pemerintah, standarisasi, dsb).

Kerangka Kerja ITIL

Perbedaan antara IT dengan ITSM secara formal dan adalah terletak pada sekumpulan proses. Organisasi ITSM terobsesi pada konsistensi, praktik terbaik, dan pengurangan pekerjaan manual melalui otomatisasi. ITSM adalah tentang cara mengoptimalkan TI, di sinilah kemudian munculnya kerangka kerja ITIL. ITIL yang merupakan singkatan darii “IT Infrastructure Library“, adalah pendekatan yang paling populer untuk ITSM. Kami menganggapnya sebagai “kerangka kerja praktik terbaik ITSM” – yaitu sekumpulan nilai, proses, dan strategi untuk mengeksekusi ITSM.

ITIL adalah tentang bagaimana mengelola teknologi informasi sebagai layanan, bukan sebagai sekumpulan komponen TI. Beberapa departemen teknologi informasi hanya fokus pada hal tertentu saja seperi : hardware, infrastruktur, aplikasi, dsb. ITIL berfokus pada bagaimana menjaga hubungan antara layanan TI dengan end user. ITIL 2011 ada berisi 26 proses ITSM. Anda mengambil layanan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan mengabaikan layanan lain yang tidak dibutuhkan. Kerangka kerja praktik terbaik ITIL ini tercakup dalam lima buah buku: transisi layanan, desain layanan, transisi layanan, operasi layanan, dan peningkatan layanan secara terus-menerus. Kelima buku tersebut bagaikan kitab suci bagi implementasi ITSM berbasis kerangka kerja ITIL.

Perbedaan ITSM dengan ITIL

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa ITIL adalah kerangka kerja untuk mewujudkan IT Service Management tapi ITIL bukan satu-satunya kerangka kerja yang bisa mewujudkannya. Ada kerangka kerja lain yang bisa mewujudkan ITSM, walau harus diakuai berdasarkan pendapat umum komunitas IT, memang ITIL yang dianggap sebagai yang terbaik. Beberapa kerangka kerja alternatif yang dapat digunakan untuk menerapkan ITSM adalah sebagai berikut :

  1. COBIT : kerangka kerja tata kelola dan manajemen teknologi informasi.
  2. ISO/IEC 20000 : standarisasi untuk sistem manajemen layanan dari Internationl Organization for Standardization (ISO).
  3. MOF : Kerangka kerja manajemen layanan TI dari Microsot.
  4. Six Sigma : Suatu metode dan tookit yang fokus pada peningkatan proses.
  5. USMBOK : Suatu seri dari publikasi dan referensi bagi profesional di organisasi service provider.

Tenaga Ahli Kami

Dalam pelaksanaan layanan Tata Kelola Teknologi Informasi maka memiliki tenaga ahli yang kompeten dan memiliki sertifikasi internasional, antara lain :

  1. Yanto, S.Kom, MM.,M.Kom.,COBIT, ITIL
  2. Abdulloh, S.Si., M.Si., CEH, COBIT, DWDCS
  3. Nur Syarifudin, ST., M.Si., CCNA, CZ
  4. Afdhal Jauhari, S.Kom, CCNA, Comptia Network+

Kontak Kami

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan konsultasi, penerapan, dan audit manajemen layanan teknologi informasi, silahkan kontak kami :

  • PT. NetSolution, Jl. Sawo No.19 Rawamangun, Jakarta Timur. Telp. 021-47884169.
  • Alamat email : sales@netsolution.co.id
  • Contact person : Abdulloh (Telp/WA : 08129632130)

++++

Link terkait : Tata Kelola Teknologi Informasi, Sistem Manajemen Keamanan Informasi, IT Master Plan, IT Service Management